Kamis, 21 Agustus 2008

FRIENDSHIP


Persahabatan adalah sebuah kata indah yang mampu menciptakan sebuah kenangan-kesan- sekaligus momen tak terduakan. Mengapa saya berkata demikian, karena saya telah merasakan betapa indahnya persahabatan itu. Sejak saya sekolah di Darunnahaj Islamic boarding School, sebuah pondok pesantren modern di ibu kota negara ulu jami-pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saya mengalami suatu masa remaja yang dikelilingi banyak teman di kelas dan di asrama dari berbagai penjuru Indonesia. Juli 2007, setelah lulus dari SMPN 3 Depok, saya melanjutkan sekolah ke Darunnajah dan diterima sebagai siswa di kelas Intensive. Apa itu kelas Intensive? Awalnya saya juga bingung apa itu kelas Intensive. Jadi kelas Intensive itu adalah kelas persiapan untuk mempelajari pelajaran-pelajaran pondok yang serba berbahasa arab. Nah, di kelas Intensive itulah kami ber-36 mengenal apa itu bahasa arab dan pelajaran lain . Kami dituntut untuk mengejar 3 tahun pelajaran Tsanawiyah, berarti kami harus mengalami masa SMA selama 4 tahun. Awalnya itu menjadi momok tidak wajar bagi kami, tapi setelah dijalani justru waktu 4 tahun bersama adalah waktunya menghabiskan waktu remaja dengan atmosfere yang jarang didapat orang banyak. Semua kami yang tergabung dalam kelas Intensive berasal dari SMP luar, jadi pergaulan -mode-music-film-dan segala berbau teenagers telah kami telan dan kami jamah. And now, kami sudah naik ke kelas 4 Aliyah (setara 1 SMA). Masa-masa Intensive yang penuh haru-gelak tawa-ngantuk-jenuh-cengeng-gokil-SERU-gila-selisih paham-serta harap-harap cemas telah berlalu setahun kemarin. Jika anda ingin tahu bagaimana-kasus-kita-suka-terhadap-lawan-jenis, simpel! Kebanyakan dari kami menyukai ustad-ustad yang mengajar di kelas kami dan ada juga yang suka dengan ustad yang tidak mengajar alias not-entry-the-class. Bahkan ada juga yang suka dengan sesama Intensive anak putra. Ahahaha, dasar A B S T R A X 2 6! But, kami punya semboyan! Ka Hadza: " NO_NO-MAN-NO-CRY!", HYYUUHUUY! Certain us!